Kisah keluarga shaleh dan kambingnya

Syaikh Abu Bakar ar Rabie rah.a bercerita :

mataAku sering mendengar tentang seorang wanita shaleh yang bernama Fiddhah. Ia tinggal di sebuah desa, namun aku tidak biasa mengunjunginya. Sampai ketika aku mendengar banyak kisah-kisah yang menakjubkan tentangnya, akupun berhasrat mengunjunginya di desa. Orang-orang berkata bahwa ia memiliki seekor kambing betina yang dapat menghasilkan susu. Aku sangat takjub mendengarnya. Maka aku langsung membeli sebuah mangkok baru dan mengunjungi rumahnya. Aku berkata kepada wanita shalehah itu, “Aku mendengar tentang kambing betinamu yang dapat mengeluarkan susu. Akupun ingin mendapat manfaatnya.”

Kemudian ia menyerahkan kambing betina itu kepadaku untuk diperah. Lalu kami minum susu kambing tersebut.

Ketika kutanyakan kepadanya bagaimana ia sampai memiliki kambing betina itu, ia menceritakan sebuah kisah yang menakjubkan, “Suatu ketika, kami menderita kemiskinan yang sangat sehingga tidak memiliki apapun kecuali seekor kambing betina. Hanya dari susunyalah satu-satunya sumber nafkah kami. Ketika Idhul Adha tiba, suamiku berkata, “Kita tidak memiliki apapun kecuali kambing betina ini. Mari kita kurbankan atas nama Allah.” Aku berkata,” Kita tidak memiliki apa pun kecuali susunya untuk hidup kita. Bukankah Allah tidak mewajibkan kita berkorban hewan dalam keadaan kita seperti ini. Haruskah kita memotongnya ?”

Suamiku menyetujui usulku, sehingga kami menangguhkan qurban kami hingga Idhul Adha berikutnya. Kebetulan pada hari itu kami kedatangan seorang tamu. Aku berkata kepada suamiku,”Kita telah diperintahkan untuk menjamu tamu kita, sedangkan kita tidak memiliki apa pun kecuali kambing betina ini. Mari kita menyembelihnya dan memasak dagingnya untuk tamu kita.”

Ketika suamiku bersiap-siap menyembelihnya, aku berkata,”Lebih baik menyembelihnya di luar, di balik dinding agar anak kita tidak menangis jika melihat kambing itu disembelih.”

Maka suamiku keluar rumah membawa kambing itu. Setelah itu, aku melihat seekor kambing betina berdiri di atas dinding rupanya mirip sekali dengan kambing betina milik kami. Aku menyangkanya kambing kami terlepas dari suamiku. Aku pun keluar, namun terkejut, karena kulihat suamiku telah menyembelih kambing itu dan sedang mengulitinya. Aku berkata,”Aneh! Ada kambing betina lain mirip dengan kambing kita, kambing itu ada di rumah kita!”

Kuceritakan seluruh kejadian kepada suamiku, ia berkata,”Sangat mungkin Allah Swt. memberi kita balasan yang baik karena kita mengorbankan kambing kita demi tamu.”
Kemudian wanita itu berkata kepada anak-anaknya,”Anak-anakku, kambing ini memberi kita makanan (dari apa yang tumbuh) di hati. Selama hatimu selalu mulia tak ternoda oleh kejahatan, susunya akan tetap baik, tetapi jika hatimu buruk dan tidak benar, maka susunya akan menjadi buruk pula. Jagalah hatimu dari kejahatan, agar segalanya dapat bermanfaat bagimu.”

Sumber : http://hanafishahdan.blogsome.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: