Untuk seseorang yang saya cintai…..

Rasulullah pernah bersabda “Perumpamaan orang muslim adalah tangkai padi yang terkadang tegak dan terkadang menunduk, sementara perumpamaan orang kafir adalah biji-bijian hanya kuat lalu akan jatuh” (H.R. Thabrani). Ini artinya sakit termasuk tanda-tanda orang muslim yang baik.

Rasulullah juga bersabda “Seorang mu’min yang sakit, ia tidak mendapatkan pahala dari sakitnya, namun diampuni dosa-dosanya” (H.R. Thabrani). Dalam hadist lain riwayat Anas Rasulullah bersabda “Seorang mu’min yang sakit lalu sembuh, maka ia laksana salju yang turun dari langit, karena bersihnya” (H.R. Bazaar).

Imam al Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahuanhu bahwa Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: ”Tidak ada penyakit, kesedihan dan bahaya yang menimpa seorang mukmin hinggga duri yang menusuknya melainkan Allah akan mengampuni kesalahan-kesalahannya dengan semua itu.”

Anas Radhiallaahuanhu meriwayatkan sebuah hadits secara marfu’, “Sesungguhnya besarnya pahala tergantung pada besarnya cobaan. Jika Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan mengujinya dengan cobaan. Barang siapa yang ridha atas cobaan tersebut maka dia mendapat keridhaan Allah dan barang siapa yang berkeluh kesah (marah) maka ia akan mendapat murka Allah.”

Diriwayatkan dari Abu Hurairah secara marfu’ bahwa Rasulullah bersabda, ”Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan maka Allah akan menimpakan musibah kepadanya.” (HR al Bukhari)

Dalam hadist lain dikatakan :”Ketika seorang hamba diberi sakit pada badannya, maka Allah berkata kepada malaikat “tulislah kebaikan-kebaikan yang biasa dilakukannya ketika sehat, kalau ia sembuh mandikanlah ia dan bersihkan. Kalau ia meninggal maka Allah mengampuninya” (H.R. Ahmad).

Orang yang sakit dianjurkan untuk mengeluhkan sakitnya  kepada Allah, karena Allah akan mendengarnya. Orang sakit juga diharuskan berobat dan berdoa untuk kesembuhannya.

Apabila seseorang ditimpa musibah  penyakit dan lainnya, hendaknya  berdo’a dan memohon pertolongan kepada Allah saja sebagaimana dilakukan oleh Nabi Ayyub ‘Alaihis Salam yang berdoa, “…. Ya Rabbku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”. (QS. Al Anbiyaa :83)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: