Zakat dan Budaya Antri

Jika melihat kasus yang terjadi kemarin, tentang korban yang meninggal akibat berebut zakat di Pasuruan, kita pasti akan berpikir bahwa zakat memang penting. Untuk orang yang mengeluarkan zakat (muzakki), zakat bersifat wajib untuk membersihkan harta yang diperoleh. Sedangkan untuk orang yang menerima zakat (mustahiq), zakat dapat membantu “memperpanjang” hidup mereka.

Akan tetapi, kasus kematian di saat mengantre pembagian zakat tidak perlu terjadi. Niat baik seorang muzakki harus dihargai dan antusias seorang mustahiq tidak boleh dipandang sebelah mata. Tidak ada yang salah di antara keduanya. Hanya saja, cara membaginya saja belum tepat. Kita sendiri mengetahui karakter masyarakat Indonesia. Masyarakat kita selalu ingin cepat, mudah, dan murah. Semua orang ingin didahulukan. Nah, hal ini sangat bertentangan dengan sesuatu yang bernama antrean.

Definisi antrean untuk Indonesia sendiri berbeda dari definisi antrean biasa. Antrean di Indonesia indentik dengan berdesak-desakan, rapat, dan bising. Karena memang antrean sangat “berat”, orang yang tidak kuat tentu saja akan menjadi korban dari antrean itu. Entah itu terinjak, terjepit, bahkan sampai meninggal di dalam antrean seperti kasus di atas.

Yang harus dilakukan hanya kesadaran masyarakat bahwa antrean bukan untuk memperlambat, justru untuk mempercepat. Selain itu, sistem harus benar (waktu pelayanan kurang dari waktu kedatangan orang). Dengan demikian, tidak ada yang namanya antrean. Akan tetapi, jika orang yang datang sudah ramai, solusinya kembali kepada yang pertama yaitu kesadaran. Tanpa itu, saya yakin antrean di Indonesia pasti akan memakan korban

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: